Gara-Gara Skripsi

Posted: at 4:27 pm - Category:
Nama: Irvan (2011)
Pekerjaan: Karyawan Swasta

Bila para mantan mahasiswa diberikan pertanyaan yang sama, yakni kapan sih anda merasakan galau berlebihan? Saya yakin mayoritas jawaban adalah jaman-jaman skripsi.  Hal itu pun berlaku sama pada diri saya.

Awal semester 7 adalah masa dimana topik skripsi mulai rajin sliweran dari tiap mulut mahasiswa dan dosen. Datang ke kampus isinya pembahasan topik skripsi, orang-orang di kost juga sama, sampai di burjo ketemunya pun masih yang namanya topik skripsi.

Saya yang tipikal mahasiswa malas mikir, paling malas eh sulit memikirkan topik apa yang akan saya ambil nantinya. Pikir saya, paling nanti dapat topik kalo sudah kepepet. Hehehe

Nyatanya waktu berlalu, tidak ada satu topik pun terpikir untuk diangkat sebagai pembahasan skripsi saya, yang ada teman-teman disekitar saya semakin getol mengaung-gaungkan topik skripsinya.

Semua berubah hingga saya ditawari bergabung dengan projek dosen milik Pak Sigit, Bu Devi dan Pak Kusworo. Bukan senang atau lega yang saya rasakan, karena sudah punya topik dari projek yang diambil. Yang ada adalah saya semakin gigit jari karena topik projek yang terlihat rumit dan asing, yaitu SMS Gateway. Makanan macam apa itu, rasanya kok tidak pernah belajar/praktikum tentang hal tersebut.

Waktu pun berlalu, berbekal doa, bimbingan pak bu dosen, teman-teman beserta kost tercinta, mbah Google dan Stackoverflow, juga begadang. Akhirnya saya dapat menyelesaikan projek yang diminta dengan tepat waktu dan dengan hasil akhir yang lumayan bagi saya pribadi.

Adapun maksud dan pesan yang ingin saya sampaikan dari cerita diatas. Bahwa skripsi bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti atau malah dihindari. Tetapi masa saat menjalani skripsi inilah yang dapat dijadikan ajang pembuktian diri kita bahwa tidak ada yang mustahil, bila kita terus berusaha dan tidak patah semangat.

Masa-masa mengerjakan skripsi ini juga dapat mengajarkan kepada kita bagiamana cara kita bersikap, bila nantinya kita akan melanjutkan untuk berkarya di perusahaan atau tempat lainnya. Proses dimana kita mencari jawaban dari permasalahan, baik teknis maupun non teknis secara mandiri. Ataupun usaha gigih kita untuk terus mencoba dan mencoba hingga hal yang kita inginkan tercapai dapat menjadi pelajaran maupun modal penting yang dapat diterapkan nantinya oleh diri kita pada saat masa berkarya.

Sekian dari cerita saya, semoga nilai-nilai positif bisa didapatkan dan diterapkan oleh para pembaca, terkhusus bila status pembaca adalah mahasiswa pejuang semester akhir 🙂

Sukses dan selalu semangat!